Skip to main content

Mathius - Giri Unggul dalam PSU

Calon Bupati Jayapura 2017 - 2022
Pasangan calon nomor urut dua: Mathius Awoitauw dan Giri Wijayantoro mengungguli perolehan suara dalam pemungutan suara ulang di Kabupaten Jayapura, pada 23 Agustus lalu. Pasangan ini mendominasi perolehan suara di 261 TPS yang tersebar di 19 distrik. 

PEMILIHAN kepala daerah serentak pada Rabu, 15 Februari 2017 di Kabupaten Jayapura telah berjalan lancar dan aman. Sebanyak 132.094 orang yang telah memberikan hak suaranya di 348 tempat pemungutan suara yang tersebar di 19 distrik juga sudah perkirakan siapa yang bakal menang untuk memimpin Kabupaten Jayapura periode 2017 – 2022 mendatang.

Ada lima pasangan calon yang menjadi peserta pemilihan bupati dan wakil bupati Jayapura. Secara berturut: Yanni – Zadrak Afasedanya, Mathius Awoitauw – Giri Wijayantoro, Godlif Ohee – Frans Gina, Siska Yoku – Marselus Waromi dan Jansen Monim – Abdul Rahman Sulaiman.

Pleno penghitungan suara dilakukan KPUD Kabupaten Jayapura di Hotel Sentani Indah pada 24 Februari, yang dihadiri: Panwaslu, PPD, PPS dan Panwas dari 19 distrik, lima pasangan calon, massa pendukung, tim sukses, partai politik pengusung pasangan calon, aparat keamananan gabungan polisi dan tentara berjaga-jaga di areal hotel, sekelompok massa berorasi sembari menggelar spanduk di seberang jalan raya serta diliput oleh wartawan dari berbagai media massa di Jayapura.

Suasana pleno dalam ruangan berjalan lancar dengan penuh harap dari semua pihak yang hadir di dalamnya. Ketua KPUD, Lidia Maria Mokay, didampingi empat anggota komisionernya mulai membacakan hasil suara dari 19 Panitia  Pemilihan Distrik.

Hasil suara dari distrik pertama selesai dibacakan tanpa keberatan, dan dilanjutkan dengan distrik kedua. Saat sedang membacakan itulah, Ketua Panwaslu Kabupaten Jayapura Ronald Manoach menyodorkan sebuah surat ke meja KPUD. Dalam surat itu, Panwaslu merekomendasikan bahwa pleno penghitungan suara harus dihentikan karena telah terjadi banyak pelanggaran secara terstruktur, sistematis dan sistemik selama proses pelaksanaan pemungutan suara, 15 Februari di 19 distrik.

Ketua KPUD, Lidia Maria Mokay pun segera melaksanakan perintah rekomendasi Panwaslu itu dengan berhenti membaca hasil suara dari distrik selanjutnya dan langsung menyatakan harus PSU!

Wakil Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Papua, Herlina Monim, yang juga anggota DPR Papua, secara berulang-ulang menanyakan apa alasan PSU kepada Panwaslu dan KPUD, tapi keduanya tidak bisa menjelaskan. Debat antara Lidia dan Herlina pun membuat suasana ruang pleno menjadi sangat gaduh.

Tiba-tiba seluruh anggota KPUD dan Panwaslu langsung meninggalkan ruang pleno tanpa penjelasan dengan dikawal ketat aparat keamanan melalui pintu samping dan naik ke mobil yang telah disiapkan aparat keamanan lalu pergi dari kawasan Hotel Sentani Indah.

Sejak itu, tak satupun warga Kabupaten Jayapura yang pernah tahu hasil perolehan suara Pilkada serentak 15 Februari hingga kini. Yang terjadi adalah kebingungan dan beda pendapat. Akhirnya, semua pihak sepakati melaksanakan rekomendasi Panwaslu dengan menggelar pemungutan suara ulang di 229 TPS yang tersebar di 17 distrik. Tapi menjelang PSU, ditambah lagi 32 TPS hasil pencermatan 7 Agustus, sehingga jumlahnya menjadi 261 TPS di 19 distrik, yang PSU pada 23 Agustus.

Jumlah TPS itu bertambah atas permintaan pasangan calon: Yanni dan Zadrak Afasedanya yang meminta KPU RI dan Bawaslu RI agar harus dilakukan pencermatan terhadap 40 TPS di dua distrik. Akhirnya, kedua lembaga penyelenggara tingkat pusat itu merekomendasikan KPUD dan Bawaslu Papua yang menjadi pelenyelenggara PSU untuk melaksanakan keinginan pasangan nomor urut satu untuk melakukan pencermatan terhadap 40 TPS pada 7 Agustus. Hasilnya, ditemukan ketidaksesuaian nama-nama penyelenggara di 32 TPS yang tercantum dalam surat-keputusan maupun form-form pengisian.

Sehingga jumlah TPS yang semula 229 bertambah menjadi 261 TPS yang menyelenggarakan PSU pada, Rabu 23 Agustus. Hasilnya, telah diplenokan KPUD Papua, selaku KPUD Kabupaten Jayapura pada Rabu, 28 Agustus lalu.

Berdasarkan hasil pleno rekapitulasi perolehan suara, pasangan calon nomor urut dua: Mathius Awoitauw dan Giri Wijayantoro mendominasi perolehan suara dalam PSU yang diselenggarakan di 261 TPS yang tersebar di 19 distrik, dengan total 24.111 suara sah. Sementara perolehan suara peringkat kedua diraih pasangan calon nomor urut lima: Jansen Monim dan Abdul Rahman Sulaiman, dengan meraih 8.462 suara sah.

Walau hasil PSU 23 Agustus sudah diplenokan, 28 Agustus. Namun belum selesai, karena PSU lagi di TPS 02 dan 05 Kampung Bambar Distrik Waibu, lalu dilakukan pleno rekapitulasi perolehan suara selama dua hari: 6 – 7 September. Hasil dua kali Pilkda 2017 di Kabupaten Jayapura baru diakhiri pada pleno penetapan hasil perolehan suara hari kedua pada Kamis 7 September pukul 24.10 malam.•



paskalis keagop

Comments

Popular posts from this blog

Perjalanan Seratus Hari Terakhir

Setelah dilantik menjadi Bupati, Er Dabi memulai agenda Seratus Hari Kerja pertamanya dengan melakukan perjalanan dari distrik ke distrik untuk menjaring aspirasi masyarakat guna memulai pembangunan periode kedua kepemimpinannya di Yalimo. Ternyata, perjalanan menemui masyarakatnya ini merupakan yang terakhir sebelum dipanggil Tuhan. 

AGENDA pertama yang dikerjakan Er Dabi setelah dilantik jadi Bupati Yalimo pada keesokkan harinya, Sabtu 16 Juli 2016 adalah meletakkan batu pertama pembangunan gedung Gereja Kristen Injili di Tanah Papua Bakal Klasis Yalimo Utara Jemaat Filial Holik Pisilek Distrik Elelim.

Peletakkan pembangunan gedung gereja itu didampingi Wakil Bupati Yalimo, Lakius Peyon, Ketua DPRD Nahor Yare dan beberapa anggota Dewan serta kepala satuan kerja perangkat daerah. Masyarakat Yalimo Utara hadir meramaikan acara itu.

Peletakkan batu pertama pembangunan gedung gereja itu menjadi agenda pertama pasangan bupati dan wakil bupati Yalimo periode 2016 – 2021 karena di lokasi i…

Dukun Asmat, Tragedi Misi Kemanusiaan Indonesia

Ini adalah judul buku yang mencatat mengenai berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat Asmat. Buku ini juga mencatat, perilaku hidup sehat yang sangat rendah serta pandangan masyarakat tentang sakit akibat penyakit yang kerap dikaitkan dengan budaya. Itu menjadi tantangan pembangunan kesehatan di Kabupaten Asmat.

DUKUN Asmat, Tragedi Misi Kemanusiaan Indonesia. merupakan buku pertama yang khusus mengenai kondisi kesehatan di Kabupaten Asmat yang ditulis oleh seorang wartawan freelance, bernama Willem Bobi. Dalam kurun kurang dari empat tahun ia pernah menjadi kontributor berita di Tabloid Suara Perempuan Papua, yang kadang dikirimnya dari Kabupaten Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiayai, Nabire dan Asmat.

Selain itu, dia juga menjadi freelance di beberapa media massa di Mimika, Nabire dan Jayapura, seperti surat kabar Jubi cetak dan online serta Papua Post Nabire. Berita-berita yang lebih dominan ditulis Willem Bobi, adalah persoalan kesehatan, pendidikan, perempuan, lingkungan …

Bupati Resmikan Kantor Kampung

DALAM kesempatan kunjungan 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Yalimo, Er Dabi dan Lakius Peyon ke Distrik Benawa, tidak hanya melakukan tatap muka dan mendengar aspirasi masyarakat, tetapi juga melakukan beberapa agenda yang telah disiapkan oleh masyarakat. Dua diantaranya, meninjau lokasi pembangunan dermaga Sungai Mamberamo di Kampung Naira dan peresmian beberapa kantor kepala kampung yang telah dibangun oleh masyarakat di Distrik Benawa. Kunjungan kerja ke Distrik Benawa itu merupakan yang pertama setelah Er Dabi dan Lakius Peyon dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Yalimo periode 2016 – 2021 oleh Gubernur Papua Lukas Enembe pada Jumat, 15 Juli 2016 lalu di Elelim. Kunjungan itu dilakukan dalam kerangka Program 100 Hari Kerja mereka memimpin kabupaten itu. Distrik Benawa memiliki 37 kampung, tapi tidak semua kampung itu memiliki kantor. Sehingga pada Tahun Anggaran 2016 sebagian kampung menggunakan dana kampung untuk membangun kantor kepala kampung. Jarak antarkampung …